Breastfeeding Inc.  
Breastfeeding Inc.


Bayi Menyusu Sangat Baik - Bayi ini menyusu dengan sangat baik pada payudara. Jeda pada bagian dagu ketika bayi membuka mulutnya dengan maksimal, sebelum bayi menutup mulutnya, menunjukkan bahwa mulut bayi telah dipenuhi dengan ASI.
Bayi Menyusu dengan Baik - Perhatikan posisi bayi pada payudara. Dagu menempel pada payudara, hidung tidak menyentuh payudara, bibir bawah bayi menutupi sebagian besar areola dibanding pada bibir bagian atas. Ini adalah pelekatan yang asimetris.
Mengempeng - Bayi ini berusia delapan minggu dan hampir tidak menyusu sama sekali, walaupun sesekali kita bisa melihat ada jeda pendek pada dagunya. Seorang bayi dengan tipe menyusu seperti ini bisa bertahan pada payudara berjam-jam lamanya dan tetap tidak mendapatkan ASI yang cukup.
Bayi Berusia 2 Hari - Bayi yang ada di video ini baru berusia 40 jam. Pelekatan bayi cukup baik. Perhatikan dagunya menempel pada payudara, hidungnya jauh dari payudara dan dia menutupi sebagian besar areola dengan bibir bawahnya dibanding bibir atasnya.
Bayi Berusia 10 Jam - Bayi ini baru berusia 10 jam. Perhatikan pelekatan yang asimetris: dagu menempel pada payudara, tetapi hidung tidak menyentuh payudara dan bibir bawah bayi menutupi sebagian besar areola dibandingkan bibir atas. Bayi ini juga nampak miring sedikit ke arah ibunya.
Bayi Berusia 28 Jam Melekat pada Payudara dengan Bantuan - Terlihat pelekatan ke payudara. Tidak sempurna, tetapi cukup baik. Ibu tidak merasa nyeri.
Bayi Berusia 28 Jam, Bayi Menyusu Sendiri dan Ibu Membantu Pelekatan - Bayi mulai mencari payudara. Ibu membantunya dengan mengarahkan ia ke puting. Lalu bayi membuka mulutnya cukup lebar, tetapi ibu tidak mengarahkan bayi dengan cukup baik sehingga pelekatan bayi kurang dalam.
Bayi Menyusu Sendiri pada Payudara Kiri Dibantu Arahan Ibu dengan Posisi Duduk Bersandar - Ketika bayi tidak mau menyusu pada payudara atau menolak sama sekali, teknik ini bisa dilakukan untuk membantu bayi agar mau menerima payudara.
Bayi Berusia 4 Hari Menyusu dengan Bantuan Kompresi setelah Melakukan Prosedur Pelepasan Tali Lidah - Ibu melakukan penekanan pada payudara atau kompresi dengan benar. Ia menunggu untuk melihat apakah bayi menyusu atau tidak (dengan memperhatikan jeda pada dagu).
Memencet Puting untuk Mendemonstrasikan Perbedaan antara Pelekatan yang Baik dan Pelekatan yang Tidak Baik -
Memasukkan Alat Bantu Laktasi - Bayi ini membutuhkan tambahan asupan atau suplementasi. Sangat baik jika bayi mendapatkan suplementasi ini dengan menggunakan alat bantu laktasi karena
Bayi Belum Mau Menyusu Langsung pada Payudara, Bantuan dengan Jari untuk Pelekatan - Memberikan bantuan menyusu dengan jari tujuannya adalah mempersiapkan bayi yang tidak mau melakukan pelekatan pada payudara.
Memberikan Cairan dengan Cangkir - Ini adalah salah satu alternatif bagus dibanding memberikan cairan dengan botol susu. Terutama bagi bayi yang menolak menyusu langsung pada payudara.
Bayi yang Terus Bergerak-gerak dan Menarik-narik - Bayi ini berusia sekitar 3 atau 4 bulan, dan produksi ASI ibunya sudah mengalami penurunan.
Memberikan Cairan dengan Cangkir - Ini adalah salah satu alternatif bagus dibanding memberikan cairan dengan botol susu. Terutama bagi bayi yang menolak menyusu langsung pada payudara. Perhatikan bagaimana bayi menjilati dan meminum susu dengan menggunakan lidahnya. Kita tidak menuangkan susunya langsung ke arah mulut dan kerongkongan.
Pelepasan Tali Lidah - Prosedur ini yang mudah dan cepat ini dapat membuat perbedaan yang signifikan dalam kesuksesan pemberian ASI. Banyak riset yang sudah mendukung pentingnya pelepasan tali lidah.
Vasospasm Berubah menjadi Merah Muda - Puting ibu ini berubah warna menjadi putih setelah bayi selesai menyusu. Putingnya berubah menjadi putih untuk sementara waktu dan akhirnya akan berubah lagi menjadi merah muda. Perubahan warna ini kadang diikuti dengan rasa nyeri dan perih pada puting. Hal ini biasanya terjadi karena pelekatan yang salah dan/atau ada infeksi jamur.

 
 
Subscribe to our Newsletter
 
 
 
   
Web Design & Hosting by NTech