Breastfeeding Inc.  
Breastfeeding Inc.
Print Friendly Page

Fluconazole

Fluconazole (Diflucan™) adalah bahan/zat anti jamur sintetis yang dapat digunakan untuk pengobatan infeksi Candida albicans dan infeksi jamur lainnya. Khususnya bagi ibu menyusui, dapat digunakan untuk pengobatan terhadap infeksi Candida berulang pada puting, dan untuk infeksi Candida pada saluran ASI.

Infeksi Candida pada puting dan saluran ASI

Infeksi Candida pada puting dapat terjadi kapan saja ketika ibu menyusui. Candida albicans menyukai area yang hangat, lembab, dan gelap. Secara normal jamur ini memang hidup di kulit kita dan area yang lain, dan 90% bayi terkolonisasi olehnya dalam beberapa jam setelah kelahiran. Dan seperti kuman lain yang hidup di badan kita secara normal, dapat menjadi masalah hanya pada keadaan tertentu.

Infeksi Candida pada kulit atau selaput lendir lebih mungkin terjadi ketika keutuhan kulit atau selaput lendir rusak—salah satu alasan mengapa pelekatan yang baik sejak hari pertama sangat penting. Banyak infeksi Candida, mungkin, tidak akan terjadi jika ibu tidak menderita lecet puting dan luka kulit di bagian puting dan areola. Lelehan cairan yang sering terjadi pada retak puting mendorong Candida albicans berubah dari bentuk yang tidak berbahaya menjadi bentuk ragi.

Penggunaan antobiotik secara luas juga mendorong pertumbuhan berlebih Candida albicans. Banyak ibu dan bayinya (ibu hamil, ibu bekerja, dan ibu baru) mendapatkan antibiotika, yang kadang-kadang (diberikan) dengan pertimbangan yang sangat minim.

Diagnosis infeksi Candida pada puting dan/atau saluran ASI
Tidak ada tes (laboratorium) yang bisa membantu menegakkan diagnosis terhadap Candida. Contoh biakan positif dari puting tidak (belum tentu) membuktikan bahwa sakit/nyeri yang dirasakan disebabkan oleh Candida. Pun contoh biakan negatif belum tentu berarti sakit/nyeri tersebut bukan disebabkan oleh Candida. Cara terbaik untuk menegakkan diagnosis berdasarkan riwayat penyakit.

Ada atau tidaknya infeksi Candida pada bayi juga tidak membantu (bukan penentu). Bayi bisa menderita sariawan/guam di seluruh bagian mulutnya, tapi ibunya tidak merasa sakit. Seorang ibu dapat menderita gejala klasik/penting infeksi Candida, namun bayinya tidak menderita sariawan atau ruam popok.

Gejala khas infeksi Candida pada puting adalah:

  • Sakit/nyeri puting yang muncul setelah periode menyusui bebas-nyeri. Meskipun ada beberapa penyebab lain ‘nyeri puting kemudian’, infeksi Candida adalah yang paling umum. Namun demikian, nyeri puting karena Candida dapat dimulai tanpa jeda menyusui bebas-nyeri.
  • Nyeri puting seperti terbakar yang terus berlanjut selama menyusui, terkadang berlanjut terus setelah menyusui selesai.
  • Nyeri di payudara yang terasa ‘menusuk’ atau ‘terbakar’ dan menembus hingga bagian punggung dan bahu ibu. Sakitnya biasanya semakin terasa menjelang akhir waktu menyusui, dan terus bertambah setelah menyusui selesai. Biasanya juga semakin terasa ketika malam hari. Nyeri ini dapat terjadi tanpa nyeri puting sama sekali.
    Mengobati (Tindakan terhadap) Infeksi Candida

Pendekatan pertama untuk mengobati infeksi ini adalah dengan menggunakan Salep Puting Serbaguna. Kemudian jika salep ini saja tidak berpengaruh, ibu dapat menambahkan Ekstrak (Sari) Biji Grapefruit (sejenis jeruk) dan/atau GentianViolet (lihat lembar Gentian Violet and Candida Protocol) secara topical. Cara ini aman, bekerja cepat dan hampir selalu berhasil meskipun sepertinya ada penurunan efektifitas Gentian Violet beberapa tahun terakhir ini. Atas dasar ini, sekarang kami menggunakan kombinasi salep (SPS) dan gentian violet dan juga ekstrak biji Grapefruit. Respon yang baik terhadap gentian violet membuktikan bahwa nyeri puting disebabkan oleh Candida, karena hanya sedikit (jamur) yang bereaksi terhadap gentian violet. Hal ini juga membenarkan penggunaan fluconazole hanya jika diperlukan. Meskipun tindakan di atas tidak menolong, fluconazole jangan digunakan secara tunggal sebagai pengobatan terhadap luka puting. Dapat ditambahkan pada pengobatan terhadap luka puting, tapi bukan pengganti. Saya (opa Jack) tidak menemukan fakta bahwa nystatin bermanfaat dalam pengobatan terhadap mulut bayi atau terhadap puting ibu. Krim clotrimazole tunggal pun bukan pengobatan yang efektif menurut saya, tapi banyak orang jelas-jelas merasa tidak demikian.

Fluconazole untuk Nyeri pada Payudara atau Sakit pada Puting yang Resisten

Fluconazole adalah bahan antijamur yang dapat dikonsumsi secara sistemik (lewat mulut atau intravena). Bahan ini menghentikan jamur (seperti Candida albicans) berkembang biak, tapi tidak benar-benar mematikan jamur. Kenyataan inilah yang membuat efeknya baru terasa setelah beberapa hari. Fluconazole berbentuk bubuk tersedia,dan dapat dicampur dengan Salep Puting Serbaguna sebagai pengganti bubuk miconazole.

Efek Samping

Umumnya fluconazole dapat ditoleransi dengan baik, meskipun demikian tidak ada yang namanya obat tanpa efek samping. Perhatian terhadap cedera liver adalah hal yang sedikit berlebihan karena komplikasi ini cukup langka dan biasanya terjadi pada mereka yang juga mengkonsumsi obat-obatan lain, mereka yang telah mengkonsumsi fluconazole selama berbulan-bulan atau lebih, dan mereka yang memilikipenurunan kekebalan tubuh. Tapi itu semua adalah kemungkinan yang harus diperhatikan, dan kalau sampai terjadi dapat menjadi serius.

Muntah, diare,nyeri perut dan ruam kulit adalah efek samping yang paling umum. Efek samping ini biasanya tidak parah, dan jarang harus menghentikan pengobatan karena efek samping ini. Reaksi alergi mungkin bisa timbul, namun tidak umum. Telepon atau email segera jika Anda mempunyai pertanyaan tentang (gejala efek samping) ini.

Fluconazole di dalam ASI

Fluconazole memang muncul di dalam ASI karena memang seharusnya demikian, karena untuk mengobati infeksi pada saluran ASI dan puting. Lebih superior jika dibandingkan dengan ketoconazole,yang masuk ke dalam ASI dalam jumlah yang sangat minim. Bayi pun akan mendapatkan sedikit, namun (jangan khawatir) karena obat ini sekarang disarankan pula untuk mengobati  infeksi jamur ringan pada bayi. Belum ada laporan mengenai komplikasi bayi terhadap adanya paparan fluconazole dalam ASI. Teruskan menyusui ketika menggunakan fluconazole, meskipun Anda diharuskan berhenti menyusui.

Dosis fluconazole

Jamur candida albicans belajar kebal terhadap fluconazole, dan dosis yang kami gunakan meningkat setelah beberapa tahun. Hanya beberapa tahun yang lalu, dosis 100 mg per hari selama 10 hari menyembuhkan 90% perempuan dari gejalanya. Sekarang kami menemukan bahwa dosis ini kurang memadai. Untuk kasus-kasus kebal, bahan antijamur yang lebih baru yaitu itraconazole, dapat digunakan meskipun bukan jawaban (terhadap kasus-kasus tersebut) juga tidak mempunyai efek yang sangat kuat melawan Candida.

Resep (untuk) Anda akan berupa 400 mg fluconazole sebagai dosis pertama, dilanjutkan oleh 100 mg dua kali sehari sampai bebas nyeri selama seminggu penuh, biasanya berarti minimal (dikonsumsi) selama dua minggu. Berdasarkan pengalaman kami, ini merupakan jaminan untuk mencegah kekambuhan. Kalau Anda mengalami nyeri puting, lanjutkan dengan ‘Salep Puting Serbaguna’ (dengan atau tanpa gentian violet dan sari biji grapefruit/sejenis jeruk) sambil mengkonsumsi fluconazole. Bagaimanapun, meski sebagian besar ibu hanya membutuhkan 2 minggu pengobatan biasa, beberapa ibu membutuhkan waktu yang lebih lama. Terkadang bahkan perlu 7-10 hari hanya untuk merasa bahwa sakitnya mulai berkurang. Hubungi kami (atau konselor laktasi Anda) jika tidak ada gejala sembuh (berkurangnya nyeri) dalam 7 hari. Jika tidak ada gejala sembuh sama sekali dalam 10 hari, sangat mungkin fluconazole bukan pengobatan yang sesuai. Untuk kasus yang sudah sangat kebal kami menggunakan 100 mg tiga kali sehari selama 1 minggu.

Terkadang bermanfaat jika bayi juga ikut diobati. Dosis untuk bayi adalah 6 mg/kg berat bayi sebagai pemberian pertama, diikuti oleh 3 mg/kg/hari sekali minum dengan periode yang sama dengan ibunya. Lebih baik sebelumnya bayi diobati dengan oral probiotik (lihat lembar Candida Protocol). Pengobatan ini mudah dilakukan dan relatif murah. Sedikit bubuk probiotik dibubuhkan di ujung jari ibu yang sudah dibasahi, kemudian biarkan bayi menghisapnya selama beberapa detik sebelum menyusu. Lakukan ini 2x sehari selama 4-7 hari cukup untuk mengobati bayi yang menderita sariawan.

Pertanyaan? Pertama-tama kunjungi laman nbci.ca atau drjacknewman.com. Jika informasi yang Anda butuhkan tidak ada, klik Contact Us dan tulis pertanyaan Anda ke dalam email. Informasi juga tersedia di dalam Dr. Jack Newman's Guide to Breastfeeding (atau The Ultimate Breastfeeding Book of Answers); dan/atau DVD kami, Dr. Jack Newman's Visual Guide to Breastfeeding (tersedia dalam bahasa Perancis atau dengan teks dalam bahasa Spanyol, Portugis dan Itali); dan/atau The Latch Book and Other Keys to Breastfeeding Success; dan/atau L-eat Latch and Transfer Tool; dan/atau GamePlan for Protecting and Supporting Breastfeeding in the First 24 Hours of Life and Beyond.

untuk membuat perjanjian dengan klinik kami kunjungi www.nbci.ca. jika Anda kesulitan mengirim email atau mendapat akses internet, hubungi (416) 498-0002.



Written and Revised by Jack Newman, MD, FRCPC, 2009©
Revised by Edith Kernerman, IBCLC, 2009©

 
 
Subscribe to our Newsletter
 


Visit us on Facebook
Follow us on Twitter

 
 
   
Web Design & Hosting by NTech